SBB-MALUKU,Aspirasirakyat.co.id//
Bupati Kabupaten Seram Bagian Barat menghadiri acara lebaran tujuh hari antar dulang 2026. Kegiatan ini juga untuk melestarikan pembangunan toleransi serta mempererat hubungan kekeluargaan, dan keagamaan.
Kegiatan itu dihadiri oleh Staf Ahli Gubernur Maluku Umar Alhabsi, Anggota DPRD Provinsi Maluku La Nyong, Pimpinan dan Anggota DPRD Kabupaten SBB, Forkopimda, para Staf Ahli Bupati, para Asisten Sekda, Pimpinan OPD lingkup Pemerintahan Kabupaten SBB, Ketua TP PKK Ny. Rosbayani Arman, Kepala Desa Piru dan tamu undangan lainnya.
Dengan tema Melestarikan Antar Dulang Sebagai Icon Daerah Demi Kemajuan dan Pembangunan Berbasis Budaya Religius dan Toleransi, acara antar Dulang ini dibuka oleh Staf Ahli Gubernur dan berlangsung di Dusun Telaga, Desa Piru Sabtu, (28/03/26).
Anggaran Perayaan Tujuh Hari Antar Dulang dana dukungan dari Pemerintah Daerah sebesar Rp.50.000.000, sumbangan dari Wakil Ketua I DPRD Kabupaten SBB beserta anggota.
Melalui sambutan Kepala Dusun Telaga La Mino ada permintaan maaf terkait penyitaan waktu dalam penggunaan bahu jalan bagi masyarakat sekitarnya yang lewat Dusun Telaga. Untuk itu, surat permintaan maaf untuk kepala Desa Ariate sampai Kepala Dusun Ketapang terkait proses kegiatan Antar Dulang. Karena kegiatan ini sudah menjadi rutinitas adat bagi masyarakat Dusun Telaga seusai Hari Raya Idul Fitri.
Dalam kesempatan itu, Bupati Kabupaten SBB Ir. Asri Arman, ST mengatakan sudah cukup lama agenda Antar Dulang ini dibuat harusnya ada perhatian bagi Pemerintah Daerah untuk pembuatan jalan alternatif bagi masyarakat Dusun Telaga.
Melalui kegiatan ini, kita diajak untuk berbagi, dan memperkuat persaudaraan. Kami dari pemerintah Daerah juga sangat mengapresiasi kegiatan ini agar menjadi sarana membangun persaudaraan.
Momentum ini sebaiknya digunakan sebagai sarana untuk memperkuat hubungan kebersamaan. Jangan cuma saat lebaran saja kita bersama-sama dan berkumpul tapi tradisi kebersamaan ini berjalan seterusnya.
Saya juga mengucapkan terima kasih kepada penyelenggara dalam mensukseskan acara ini. Semoga kegiatan ini membawa berkah.
Selain itu pada sambutan Gubernur Maluku yang dibacakan oleh Staf Ahli Gubernur Maluku, Gubernur merasa bangga akan perayaan Antar Dulang yang sudah menjadi tradisi dan juga yang mana telah menjadi makna penting dalam mempererat hubungan persaudaraan.
Dikatakannya, ditengah gencarnya modernisasi dan globalisasi, namun tradisi antar dulang ini masih tetap bertahan dan eksis. Itu berarti Pemerintah Dusun Telaga Piru dan masyarakat adat memiliki ketahanan dan kekompakan dalam menjaga dan merawat praktek-praktek ada yang merupakan pusaka adat.
Dalam momentum antar dulang ini, selaku Gubernur saya mengajak kita semua untuk tetap merawat dan menghidupkan kembali nilai-nilai yang terkandung dalam tradisi adat antar dulang ini. Sebab, jika nilai-nilai luhur hilang maka kita semua akan terjebak dalam ritual yang kering dan hampa. (Ge)



Social Header