Breaking News

Hadiri Acara Lisabata Panggel Pulang, Kementrian HAM Dorong Pemerintah Jadikan Program Rutin Untuk Menjaga Perdamaian Lewat Pela Gandong

 




SBB-MALUKU,Aspirasirakyat.co.id//


Staf Khusus Menteri HAM Bidang Hubungan Antar Lembaga dan Hubungan Internasional Stanislaus Wena saat menghadiri acara Lisabata Panggel Pulang yang digelar di Desa Lisabata, Kecamatan Taniwel, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) sangat terinspirasi dengan nilai-nilai toleransi beragama antar Pela Gandong.


Dirinya juga menyampaikan dukungan Kementrian HAM disetiap nilai baik dari masyarakat untuk membangun persaudaraan. Menurutnya yang fundamental dari prinsip Hak Azasi Manusia adalah membangun kesadaran kolektif, karena ketika hidup didalam bangsa Indonesia yang multi etnik, multi agama, multi suku ras, yang dibutuhkan yaitu memiliki kesadaran bersama,punya kebutuhan yang sama, tidak pandang dari pangkat, jabatan, maupun yang paling terendah sekalipun.


Sehingga kesetaraan itu menjadi penting untuk membangun bangsa Indonesia kedepan. Selain itu, dirinya juga mengatakan, Pela Gandong adalah salah satu kearifan lokal yang bisa menginspirasi pembangunan bangsa, terutama dalam spirit kebersamaan.


"Nilai-nilai ini akan kami diskusikan dengan baik, supaya ini bisa menjadi roll model untuk Desa, Kabupaten lain di Indonesia. Dan pastinya kami dari kementerian HAM sangat mengsuport apa yang menjadi harapan baik bagi masyarakat di Lisabata ini, kami hadir dengan antusias supaya apa yang menjadi harapan masyarakat disini dapat tercapai",jelas Stanislaus Wena


Selain itu, dirinya juga berharap nilai-nilai toleransi ini dapat dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari. Saya yakin apa yang diharapkan Indonesia untuk mencapai Indonesia Emas 2045 mudah tercapai. Dan lewat kegiatan saat ini, kami dari kementerian HAM fokus utama saat ini adalah bagaimana kami memperkenalkan prinsip-prinsip Hak Azasi Manusia di dalam peradaban",katanya. 


Ditambahkannya, urusan penegakan HAM terkait dengan pelanggaran HAM itu juga merupakan kewenangan dari Komnas HAM dan dari kementerian HAM tidak berada dalam titik koordinasi. Dan terkait Kementerian HAM yang turun langsung ke masyarakat yang salah satunya di Lisabata, telah ditemukan nilai-nilai yang dihayati sangat luar biasa dan ini bisa menjadi rujukan untuk membangun peradaban di Indonesia. Supaya dibuat dalam ketentuan-ketentuan regulasi yang dibuat baik oleh Pemda, maupun Pemerintah pusat bisa berbasis bagi kearifan lokal.


Lewat kegiatan Lisabata Panggel Pulang ini, dari Kementrian HAM berharap agar Pemerintah Daerah selaku pemilik wilayah baik Pemkab maupun Pemprov harus jadikan ini sebagai program rutin untuk membangun tali persaudaraan karena terwujudnya perdamaian tanpa persaudaraan. "Karena jika ini menjadi program rutin, saya pastikan apa yang menjadi peristiwa kelam tidak mungkin terulang kembali",tegasnya. (Ge)


© Copyright 2022 - ASPIRASI RAKYAT