Breaking News

Dipengaruhi Miras, Ketua Pemuda Hunitetu Yang Juga Anggota TNI Aktif Bawa Sejumlah Warga Buat Keributan Di Polsek Kairatu

 






Kairatu-SBB, Aspirasirakyat.co.id// Terkait oknum anggota Polsek Kairatu yang mengejar ketua pemuda Hunitetu yang juga anggota TNI Serda Marthen Taniwel dengan menggunakan senjata laras panjang seperti yang diberitakan oleh salah satu media online tidak benar.


Pasalnya wartawan yang menulis berita tersebut tidak sesuai dengan fakta di lapangan. Menurut keterangan saksi Oan Latuputty,  awalnya ia mendengar suara ribut-ribut di depan Polsek sehingga ia turut mendatangi Polsek yang tidak jauh dari rumahnya. Dikatakannya,  sesampai disana ada salah satu oknum anggota TNI yang menanyakan keberadaan Kapolsek dengan nada keras dan menekan kinerja Polsek Kairatu terkait persoalan antara pemuda Kilometer Enam dan pemuda Desa Rumberu.


Setelah ditanyakan dari mana saksi mengetahui kalau oknum adalah anggota TNI,  saksi mengatakan kalau oknum anggota TNI itu sendiri yang menyebutkan kalau dirinya anggota TNI di depan semua anggota Polsek bahkan masyarakat yang hadir saat itu. "Dari mulai datang ke Polsek, oknum anggota TNI itu tidak ada sopannya. Dia juga tidak menghargai kantor Polisi sehingga datang dengan kondisi mabuk bersama masyarakat Kilometer Enam yang juga sudah dipengaruhi minuman keras dan dengan nada keras menanyakan keberadaan Kapolsek",jelas Oan saat dihubungi awak media lewat telpon seluler pada hari Kamis, (14/05/26).


Dijelaskannya juga oknum anggota tersebut sempat baku adu mulut dengan Ka SPKT Polsek Kairatu Bripka Marthen Tahalele sambil mengatakan kalau dia kecewa akibat keluarganya yang menjadi korban penganiayaan beberapa hari lalu, sementara Ka SPKT Bripka Marthen Tahalele memberi penjelasan kalau pihak Polsek Kairatu sudah menjalani prosedur dengan dilengkapi hasil visum namun yang disesalkan oknum anggota TNI tersebut tidak bertanya baik-baik tapi membuat keributan di Polsek. 




"Karena baku adu mulut sudah di tingkat keributan yang mengundang banyak orang berdatangan, pak Oker pulang ke asrama dan mengambil senapan angin rusak untuk menggertak oknum anggota TNI tersebut. Namun anggota itu tidak lari, karena dia tau itu hanya senapan angin sehingga dia hanya masuk kedalam Polsek. Bukan saja itu, warga yang datang bersamanya juga sempat mengamuk di depan kantor polisi karena mungkin berpikir ada anggota TNI bersama mereka",ucap Oan.


Kepada awak media, Oan jga menyampaikan bahwa dirinya sempat membuat rekaman video karena disana ada yang mengaku wartawan serta sempat mengambil video juga. Dirinya sempat menanyakan identitas salah seorang dari mereka yang mengakui bahwa ia seorang wartawan dan menjalankan tugas dengan berdiri netral. Namun kenyataan dilapangan tidak sesuai dengan fakta. Lelaki yang mengaku wartawan tersebut justru membuat berita yang seakan-akan mengadudomba kedua institusi. 


Dari peristiwa baku adu mulut hingga dituangkan lewat isi berita, harus menjadi perhatian serius bahwa dalam menjalankan komunikasi yang baik tidak seharusnya seorang anggota datang dengan tidak menghargai kantor kepolisian membawa masyarakat dan dengan dalam keadaan mabuk berteriak menanyakan keberadaan Kapolsek serta menciptakan keributan. Juga bagi seorang wartawan harus memahami tugas dan fungsi kontrol jurnalis serta kode etik jurnalis, bukan menulis sebuah berita untuk dijadikan bahan provokasi yang menimbulkan dampak besar bagi kedua institusi. (Ge)

© Copyright 2022 - ASPIRASI RAKYAT