Piru-Maluku,Aspirasirakyat.co.id// Kunjungan Kerja Komisi I DPRD Provinsi Maluku ke Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Barat dalam pembahasan aset Daerah yang menjadi kendala dalam pembangunan tidak dihadiri oleh ketiga Pejabat Utama Daerah.
Pada pertemuan penting itu, ketiga pejabat utama Daerah tidak ada dalam agenda rapat melainkan dihadiri oleh Asisten I J. Souhoka. Dan hal ini membuat anggota komisi I menilai bahwa pemerintah daerah tidak serius dalam penanganan masalah-masalah yang ada di Kabupaten Seram Bagian Barat.
Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua Komisi I bersama lima (5) anggota, Kepala Dinas Perumahan, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Maluku, dan Kepala BPN Kabupaten Seram Bagian Barat yang diselenggarakan di ruang rapat lantai 2 kantor Bupati Seram Bagian Barat pada hari Sabtu, (02/04/26) pada pukul 14.14.wit.
Dalam pembahasan aset, salah satu anggota komisi I Ismail Marasabessy dari Partai Nasdem menyampaikan bahwa ketidakhadiran ketiga pejabat Daerah Bupati, Wakil Bupati dan Sekda pada pembahasan penting ini juga adalah bagian dari ketidakseriusan dalam menyelesaikan permasalahan di Kabupaten SBB.
Disampaikan pula bahwa terkait pemerintahan Kabupaten SBB saat ini sudah campur aduk. Karena keterlibatan organisasi, LSM dan lainnya membuat Pemerintah berjalan pincang. Dan hal ini sempat menjadi pembahasan di mana-mana.
"Sempat beberapa waktu lalu, di semua media menulis tentang penjemputan istri Bupati yang juga adalah ketua TP PKK yang dilakukan dengan meriah oleh sejumlah pejabat Daerah. Dan hal ini juga membuat malu kami selaku anak Daerah. Masakan untum pembahasan aset Daerah hanya dihadiri oleh Asisten, sementara penjemputan Ketua PKK disambut ramai. Ini harus lebih diperhatikan",tegas Marasabessy.
Marasabessy juga berharap agar hal ini menjadi atensi bagi ketiga pejabat tersebut agar lebih fokus dan serius lagi dalam menatakelolah fungsi-fungsi dalam pemerintahan.
Selain itu, anggota komisi lainnya juga menyampaikan bahwa kiranya permasalahan aset lahan segera di selesaikan sehingga pembangunan dapat berjalan dengan baik. Karena salah satunya adalah lahan sekolah bagi SMA/SMK dan SLB yang mana bagian ini sangat penting bagi kelanjutan masa depan generasi bangsa.
Ketua Komisi I Sohilin Buton berharap permasalahan aset lahan dapat segera diselesaikan dengan baik sehingga tidak sampai ke kunjungan berikutnya. (Ge)


Social Header