Breaking News

Tercium Masih Ada Pembeli Matreial Dan Mengolahnya Secara Diam-Diam, Polsek Huamual Memberi Peringatan Keras Lewat Sosialisasi Dengan Para Penambang

 



Huamual-SBB, Aspirasirakyat.co.id// Penambang liar yang masih berkeliaran di area tambang dengan membeli bebatuan dan kembali mengolahnya menjadi merkuri akhirnya tercium oleh Polres Seram Bagian Barat. 


Aktivitas para penambang liar ini membuat masyarakat penambang lainnya menjadi resah hingga berharap penegak hukum dapat mengambil langkah tegas agar tidak menggangu penambang lain yang hari-hari melakukan aktivitas mengambil bebatuan.


Saat ditemui awak media di area pertambangan, salah seorang penambang yang mengaku sudah sepuluh (10) tahun mencari nafkah di area tambang mengatakan selama ini ada pembeli dari luar Maluku yang datang membeli bebatuan, namun ketika cara mengolah merkuri sudah diketahui oleh beberapa penambang, akhirnya mereka memilih mengolahnya sendiri tanpa rasa takut.


"Selama ini ada pembeli yang datang membeli material di tambang, namun ketika beberapa penambang sudah tau cara masak merkuri, maka mereka yang jadi pembeli dan mengolahnya sendiri tanpa rasa takut. Mereka pernah ditegur bahkan di ancam oleh para satgas, namun mereka mengolahnya secara diam2 di luar area tambang",cetus Ali saat ditemui awak media di Dusun Hulung pada hari Sabtu, (16/05/26).


Ali juga mengatakan, bahkan dari pihak kepolisian sendiri pernah melakukan penyisiran secara diam-diam, dan memperingatkan agar tidak melakukan aktivitas pembakaran lagi. "Dari kepolisian pernah turun lapangan dan melarang lewat himbauan untuk tidak melakukan aktivitas pembakaran, namun mereka masih saja bandel. Bahkan dari Pemerintah Desa Iha, tokoh-tokoh adat sampai ke kepala-kepala Dusun pernah memberi himbauan hingga mengancam akan memenjarakan siapa saja yang masih melawan perintah untuk tidak melakukan pembakaran tapi sebagian orang masih saja membakar merkuri secara diam-diam ",ungkapnya. 


Informasi pembakaran merkuri secara diam-diam sampai di telinga Raja Iha, Zain Syaiful Latukaisupy hingga membuatnya marah dan melaporkan hal tersebut ke Polres Seram Bagian Barat. Dan akhirnya tim Polsek Huamual mendatangi para kepala Dusun dan meminta hadirkan para penambang untuk diberi edukasi. Diantara kehadiran para penambang yang tinggal di Dusun Hulung dan Dusun Uhe, ada juga pengelola merkuri yang diminta untuk hadir dalam pertemuan itu.


Dalam pertemuan itu Kapolsek Huamual Iptu Luken Soplanit bersama personel polsek yang didalamnya ada juga Kepala Dusun Uhe, Kepala Dusun Hulung, tokoh-tokoh adat, dan para penambang memberi edukasi serta peringatan keras bagi penambang. Dalam arahan, Kapolsek memperingatkan jika kedepan masih ada lagi penambang yang melakukan pembakaran, maka ia tidak segan-segan mengambil tindakan penangkapan serta melanjutkan proses sesuai aturan hukum.


"Ini demi kebaikan bersama, jika bapak-ibu terus membakar material maka dampak besar tambang akan ditutup dan bukan saja itu, bapak ibu akan dipidana sesuai aturan hukum. Bapak-ibu jangan memikirkan diri sendiri, harusnya berpikir juga nasib basudara lain yang sudah datang dari segala penjuru untuk mencari nafkah di sini",tegas Kapolsek.


Dalam kesempatan itu, masyarakat juga diberi kesempatan untuk menyampaikan keluhan mereka. Diantaranya ada yahg mengusulkan agar pihak kepolisian jangan berfokus saja bagi kedua dusun ini, namun juga di Dusun lain yang mulai dari Dusun Ketapang hingga dusun Ani karena bukan saja para penambang di wilayah petuana Iha yang biasanya membeli material. 


"Kami warga adat yang taat kepada titah raja kami, apa yang diperintahkan raja untuk tidak membakar maka kami sekua patuh. Namun apakah bagi anak dusun lain juga diberi aturan seperti ini, jangan sampai aturan ini hanya bagi kami yang tinggal di wilayah petuana Iha namun di tempat lain mereka masih mengelola merkuri. Jika larangan memasak tidak dikeluarkan bagi yang lain dan mereka hanya diberi ruang, maka kami pastikan akan melakukan tindakan pemukulan bagi siapa saja yang berani masuk untuk membeli material di wilayah tambang",tegas Dodi.


Bukan saja itu, kepala Imam di Uhe juga berharap dalam waktu dekat aparat kepolisian dapat bekerja sama untuk mencegat semua angkutan yang membawa kayu bakar serta penyisiran di area tambang jangan sampai ada penumpukan material untuk dijual bagi pembeli yang bertujuan membeli material untuk diolah kembali.


Masukan dari masyarakat akan ditindaklanjuti oleh Kapolsek Huamual dengan melakukan patroli khusus di wilayah pertambangan. Kapolsek juga menegaskan bahwa tidak main-main dalam melakukan penindakan dilapangan jika kedapatan ada penambang yang masih bandel setelah edukasi dan larangan disampaikan. Ia juga mengatakan bahwa ia akan berkolaborasi dengan para kepala Dusun, Tokoh-tokoh adat serta Satgas.


"Semua nama-nama pembakar merkuri sudah dikantongi, dan kedepan kami dari pihak kepolisian akan berkolaborasi dengan kepala Dusun, tokoh adat, dan satgas dalam penindakan",tegasnya.(Ge)







© Copyright 2022 - ASPIRASI RAKYAT