Huamual-SBB, Aspirasirakyat.co.id// Tambang rakyat Sinabar beberapa waktu yang lalu telah dihentikan aktivitas penambang dan seluruh penambang diperintahkan untuk kosongkan wilayah tambang agar dapat menertibkan kembali wilayah tersebut.
Namun, beberapa penambang tidak mematuhi aturan sehingga mencoba bekerja secara diam-diam dengan menurunkan genset ke dalam kolam untuk melakukan aktivitas menambang. Akibat dari perbuatan tersebut, dua penambang harus menjadi korban akibat keracunan asap mesin genset.
Kejadian tersebut menjadi sorotan bagi penambang lain yang mengaku kaget karena mengetahui ada penambang yang mencoba melanggar aturan tanpa ada rasa takut. Wahid (45) mengatakan bahwa kejadian tersebut menjadi teguran bagi setiap orang yang melanggar aturan.
"Katong (kita) saja saat disuruh pulang langsung bergerak dengan membawa keluarga bahkan barang-barang dari gunung, kenapa dong (mereka) itu seng (tidak) patuhi aturan yang harusnya dibuat untuk kepentingan katong (kita) semua",tegas Wahid saat ditemui awak media pada hari Senin (24/08/26).
Diakuinya juga, tambang ini memang masih ilegal tapi sebagai penambang harus bersyukur karena masih diberi kesempatan untuk mencari hidup sebagai penambang untuk itu aturan juga perlu ditingkatkan demi menjaga agar penambang tetap melakukan aktivitas dengan baik dan aman.
Kejadian adanya korban saat tambang di tutup pernah terjadi di tahun 2022 saat tambang di perintahkan tutup selama 2 minggu, dua penambang meninggal akibat tertimbun didalam kolam. (Ge)


Social Header