Breaking News

Hasutan Untuk Tambang Sinabar Ditutup, Penambang Minta Keadilan Untuk Rakyat Mencari Nafkah

 


SBB-MALUKU, Aspirasirakyat.co.id// Beberapa orang yang bersuara untuk tambang Sinabar yang saat ini sedang beroperasi di wilayah Huamual, Kabupaten Seram Bagian Barat segera tutup karena alasan masih ilegal membuat masyarakat penambang merasa resah.


Pasalnya saat ini mereka hanya bergantungan hidup sebagai penambang di wilayah tersebut. Ribuan orang yang datang dari berbagai daerah selain Maluku, mengaku dengan adanya tambang sinabar mereka bisa melanjutkan hidup walaupun datang dari jauh.


Salah satu penambang yang berasal dari Halmahera Risman (45) mengaku rela datang sampai ke Kabupaten Seram Bagian Barat hanya karena ingin melanjutkan hidup dengan mencari nafkah sebagai penambang batu agar dapat menafkahi keluarganya.


Disamping itu, istrinya yang ikut juga bersamanya bisa membuka usaha kecil agar dapat membantu biaya pendidikan kedua anak mereka yang saat ini ada di jenjang perkuliahan.  Dikatakannya,  dengan biaya hidup yang sekarang tidak ada lagi yang bisa diharapkan selain melakukan pekerjaan sebagai penambang batu sinabar.


"Saya sangat bersyukur karena dengan adanya tambang sinabar ini saya dan juga penambang lainnya bisa bertahan hidup disini. Saya juga tau kalau tambang ini masih ilegal, namun setidaknya ada perhatian dari Pemerintah untuk rakyatnya sehingga tambang ini jangan terus dibiarkan ilegal tapi ada upaya dari pemerintah agar tambang ini segera dilegalkan ",ungkapnya kepada awak media saat ditemui di area tambang sinabar pada hari Kamis, (13/08/26).


Selain Risman, ada juga salah satu pemuda asal Ambon Edo. Likumahua (26) yang mengaku sangat betah menjadi buruh di tambang sinabar. Dikatakannya, lewat kesehariannya menjadi buruh di tambang sinabar ia bisa menghasilkan uang sebanyak gajinya dulu waktu masih bekerja di toko sembako. "Saya dan teman-teman saya sebelum kerja di tambang sinabar sebagai kijang barang (buruh) kami hidupnya glamor, suka habiskan uang setelah gajian karena gaji yang kami terima hanya bunyi ratusan ribu saja, namun ketika saya dan teman-teman tiba disini, penghasilan kami dalam sehari sama besar jumlahnya dengan gaji kami sebulan sewaktu-waktu bekerja di toko sembako dulu",ujar Edoa.


Diakuinya dengan kesibukan di tambang untuk bekerja, kini kehidupannya bersama teman-teman berubah jauh. Yang awalnya suka mengkonsumsi minuman keras dan buat keributan di kompleks,  kini sudah jauh berubah.


"Dulu pergaulan membuat saya hancur, nakun setelah bekerja di tambang sinabar ini, kesibukan membuat saya lupa dengan hobi dulu dan lebih banyak habiskan waktu untuk bekerja",tutupnya.(Ge)


© Copyright 2022 - ASPIRASI RAKYAT