SBB-SBB-MALUKU, Aspirasirakyat.co.id// Tindaklanjuti keluhan masyarakat dan tenaga kesehatan terkait dugaan dampak aktivitas penambangan Galian C di sekitar Puskesmas Kairatu, Komisi III DPRD Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) bergerak cepat turun lapangan.
Ketua Komisi III DPRD SBB, Andi Nur Akbar bersama rombongan melakukan kunjungan kerja dan peninjauan langsung ke lokasi, Jumat (7/8/2026).
Kunjungan tersebut merupakan tindak lanjut atas laporan resmi dari pihak Puskesmas Kairatu yang mengeluhkan aktivitas Galian C diduga mulai mengganggu pelayanan kesehatan akibat debu, kebisingan, serta potensi pencemaran lingkungan di sekitar fasilitas kesehatan.
Dalam pertemuan dengan tenaga kesehatan, para nakes menyampaikan bahwa aktivitas penambangan yang berada di dekat puskesmas dinilai berpotensi mengurangi kenyamanan pasien, mengganggu proses pelayanan medis, serta berdampak pada kebersihan dan higienitas lingkungan pelayanan kesehatan.
Ketua Komisi III DPRD SBB, Andi Nur Akbar, menegaskan bahwa pelayanan kesehatan masyarakat harus menjadi prioritas dan tidak boleh terganggu oleh aktivitas usaha apa pun.
“Kami hadir untuk memastikan fungsi pengawasan DPRD berjalan. Keluhan tenaga kesehatan ini menjadi perhatian serius. Aktivitas ekonomi seperti Galian C tidak boleh mengorbankan pelayanan kesehatan masyarakat,” tegas Andi Nur Akbar di sela peninjauan.
Ia mengatakan Komisi III akan segera memanggil pihak-pihak terkait, termasuk organisasi perangkat daerah yang membidangi perizinan dan lingkungan hidup serta pengelola Galian C, guna mencari solusi yang komprehensif.
Menurutnya, evaluasi terhadap dokumen lingkungan, termasuk kepatuhan terhadap ketentuan operasional dan aspek keselamatan lingkungan di sekitar puskesmas, akan menjadi fokus pembahasan.
Komisi III berharap hasil peninjauan tersebut dapat segera ditindaklanjuti melalui langkah konkret, sehingga pelayanan kesehatan di Puskesmas Kairatu tetap berlangsung optimal tanpa terdampak aktivitas penambangan di sekitarnya. (Red)


Social Header