SBB-MALUKU, Aspirasirakyat.co.id//
Insiden pembakaran sejumlah motor di lokasi tambang sinabar di Gunung Tembaga Kabupaten Seram Bagian Barat oleh orang tidak dikenal hampir memicu kepada konflik.
Pasalnya kejadian pembakaran sejumlah kendaraan beroda dua terjadi akibat pemukulan terhadap salah seorang penambang La Ode Jamilu (43), warga Kota Ambon oleh sejumlah pemuda yang diduga mencuri hasil tambang milik warga Negeri Iha tempat La Ode Jamilu bekerja.
La Ode beberapa hari lalu dianiaya oleh sejumlah pemuda dengan menggunakan benda keras sehingga dia harus dirawat di Puskesmas Negeri Iha. Hal ini dibenarkan oleh anggota DPRD Provinsi Maluku dari Fraksi Partai Gerindra Zein Syaiful Latukaisupy saat ditemui awak media Aspirasirakyat.co.id di kediamannya di Negeri Iha.
Menurut Latukaisupy, situasi sempat tegang saat korban dilarikan ke Puskesmas Negeri Iha. Warga menuntut agar pelaku penganiayaan dapat segera ditangkap, namun setelah menunggu tiga (3) hari, pelaku penganiayaan belum juga tertangkap sehingga membuat warga menjadi geram dan membakar beberapa unit motor milik penambang dari Desa Luhu.
"Saya sangat kecewa dengan penanganan pihak Polsek Huamual yang mana ketika terjadi pemukulan, warga Negeri Iha sudah memberi waktu 2x24 jam kepada pihak Polsek agar dapat menangkap pelaku, namun setelah di tunggu sampai tiga hari tidak ada kabar, warga menjadi emosi dan mengambil langkah protes dengan membakar kendaraan di wilayah tambang", ungkapnya
Ia juga mengatakan bahwa dirinya sudah berkoordinasi dengan penanggung jawab tambang terkait permasalahan tersebut. Sehingga dirinya menegaskan untuk kedua belah pihak yang melakukan kejahatan harus secepatnya menyerahkan diri kepada pihak kepolisian. Karena keamanan, dan kenyamanan masyarakat harus dijamin, untuk itu harus ada jalan tengah dan langkah bijak agar tidak terjadi hal-hal yang dapat merugikan banyak orang.
Selain itu ia juga menegaskan kepada warga Negeri Iha untuk tidak menyembunyikan kejahatan, apapun yang diperbuat harus dipertanggungjawabkan. Latukaisupy juga sudah mengambil langkah bijak agar semua warga Negeri Iha dan Luhu yang ada di wilayah pertambangan dapat berpartisipasi untuk menggantikan kendaraan bermotor yang terbakar.
Hal ini menjadi pelajaran agar kedepan tidak ada lagi kejadian seperti ini yang dapat merugikan orang lain.
"Saya mengambil langkah seperti itu supaya ada partisipasi dari warga yang ada di lokasi tambang untuk dapat sama-sama membantu menggantikan kendaraan yang terbakar. Langkah itu saya ambil agar tidak timbul dendam dan niat untuk melakukan sesuatu yang tidak diinginkan dapat terjadi ",tegasnya.
Selain itu, Latukaisupy juga telah menghimbau kepada masyarakat Negeri Iha untuk sementara waktu seluruh aktivitas hanya melewati jalur laut. Hal ini dilakukannya agar terhindar dari rasa dendam akibat insiden pembakaran kendaraan tersebut. Dirinya juga sudah meneruskan pesan kepada kepala Desa Luhu untuk masyarakat Desa Luhu dapat bebas melewati jalur darat dengan aman, dan tidak perlu khawatir karena dirinya hanya menginginkan kenyamanan dan keamanan bagi masyarakat.
Bukan saja itu, Latukaisupy juga menegaskan bagi warga Iha yang berada di Negeri Iha, Dusun Hulung, maupun Dusun Uhe yang berani melakukan kekerasan atau dalam bentuk apapun terhadap warga Desa Luhu, maka ia akan mengambil langkah tegas untuk pelaku tidak berada di lokasi tambang dan keluar dari wilayah Negeri Iha.
"Saya tegaskan sekali lagi bagi warga Negeri Iha yang berada di Dusun Uhe dan Dusun Hulung untuk tidak melakukan tindakan kekerasan atau dalam bentuk apapun terhadap warga Desa Luhu, jikalau hal itu terjadi maka saya akan mengambil langkah tegas untuk mengeluarkan pelaku dari lokasi tambang dan segera angkat kaki dari Negeri Iha",tutup Latukaisupy. (Ge)


Social Header