Breaking News

Akibat Ulah Ninja Buatan, Beberapa Rumah Warga Dusun Lorong Pisang Jadi Korban, Pihak Kepolisian Diminta Laporan Ditindaklanjuti Hingga Ada Efek Jera

 




Piru-Maluku,Aspirasirakyat.co.id// Pemuda Dusun Airsalobar melakukan penyerangan terhadap rumah warga Dusun Lorong Pisang, Desa Piru, Kecamatan Seram Barat, Kabupaten Seram Bagian Barat pada hari Selasa, 13/10/26 malam.


Hal tersebut dijelaskan oleh saksi sekaligus korban pengrusakan rumah yang dilakukan oleh pemuda Dusun Airsalobar Ido Puttileihalat saat ditemui awak media di tempat kejadian perkara pada Hari Rabu (14/10/26).


Kejadian berawal dari makian yang dikeluarkan salah satu pemuda Dusun Airsalobar yakni Agus Manupassa yang pada malam itu sedang berboncengan bersama Frendo Nurue, dan Dedi menggunakan 1 motor kepada beberapa pemuda Dusun Lorong Pisang yang saat itu tengah bersantai di dalam posko depan jalan yang tidak jauh dari rumah mereka.


Namun makian itu tidak digubris oleh ketiga  pemuda Dusun Lorong Pisang. "Karena katong (kita) seng (tidak) hiraukan makian, tiba-tiba saja batu jatuh sebanyak tiga kali. Beta (saya) bersama Patrik dan Bei keluar di depan jalan untuk mencari arah jatuhnya batu dan beberapa menit kemudian datang lagi satu motor yang dikendarai oleh Dani Kailola bersama rekannya ke arah katong (kita) yang sementara berdiri karena lemparan batu tersebut",jelas Ido.


Menurutnya kedatangan para pemuda Dusun Airsalobar sudah dipengaruhi minuman keras sehingga saat berpapasan dengan Ido dan juga kedua temannya yang sementara berdiri karena lemparan batu tadi seakan-akan ingin mencari gara-gara.  "Saat dong (mereka) datang, dong (mereka) langsung menuduh katong (kita) bertiga yang sementara berdiri di depan posko melakukan aksi pemalangan jalan bagi mereka berdua yang akan melewati jalan tersebut sementara katong (kita) hanya berdiri di depan posko yang memang dekat dengan jalan karena suara lemparan tadi. 


Tiba-tiba ada orang tidak dikenal melempari batu sebanyak 3 kali ke arah rumah warga yang tidak jauh dari posko di Lorong Pisang. Para pemuda yang terdiri dari IP, PM dan BT keluar ke depan jalan untuk mencari arah lemparan tersebut, beberapa menit kemudian, datang lagi pengendara motor lain dari arah Airsalobar yakni BN dan DK yang langsung menuduh ketiga pemuda Lorong Pisang melakukan pemalangan jalan. Sementara dong (mereka) sudah melewati jalan yang tadinya beta (saya) dan teman-teman berdiri, karena seng (tidak) puas dengan katong (kita) punya jawaban yang mengatakan kalau seng (tidak) ada yang palang jalan, dong (mereka) pun balik dan terus bertanya seakan menuduh kalau ada pemalangan jalan disini",ujar Ido.


Adu mulut pun terjadi antara kedua pemuda Airsalobar dengan pemuda Lorong Pisang dengan disertai kedatangan masa dari arah Airsalobar dengan menutup wajah selayaknya ninja. Menurut Ido, kedatangan masa seakan-akan ada yang menyuruh mereka.


"Dong (mereka) berdua seperti pancingan untuk kedatangan masa dengan jumlah banyak dari arah Airsalobar membawa batu dan parang sehingga rumah warga dilempar hingga rusak, tiang rumah dipotong, bahkan mobil yang sementara parkir pun dirusakin. Katong (kita) seng (tidak) bisa berbuat apa-apa karena masa yang datang jumlahnya banyak, sementara katong (kita) hanya tiga orang. Aksi penyerangan ada disertai dengan video",jelasnya.


Untuk itu karena merasa dirugikan akibat penyerangan sejumlah ninja dari Dusun Airsalobar,  Ido bersama para korban lain mendatangi Polres Seram Bagian Barat untuk melaporkan kejadian tersebut dan berharap kejadian ini diproses sesuai undang-undang yang berlaku.


Disamping itu, tokoh masyarakat Pede Rutasouw yang juga adalah korban pengrusakan rumah menyesali dengan peran Kepala Dusun Airsalobar dalam hal keamanan di Dusunnya. Menurutnya, keberadaan ninja ini sudah lama sehingga banyak warga yang resah dengan tingkah mereka yang selalu buat onar. Apalagi para ninja ini sebagian besar adalah anak-anak usia remaja yang masih duduk di bangku pendidikan. 


"Saya sangat menyesali dengan kejadian tadi malam yang terjadi antar Dusun sehingga rumah saya dan beberapa warga harus dirusakin oleh ninja-ninja ini. Harusnya peran Kepala Dusun sebagai pemimpin harus tegas sehingga anak-anak ini tidak dibiarkan bertindak sampai lebih,  peran orang tua juga tidak ada sehingga ketika anak yang bergabung dengan pasukan ninja yang selalu buat onar seakan dibiarkan padahal anak-anak itu masih usia remaja",tekannya.


Rutasouw juga berharap agar Pemerintah Desa Piru dapat melihat kejadian ini sehingga tidak sampai berlarut-larut. Selain itu dirinya berharap bagi pihak Kepolisian agar masalah ini harus diberi efek jera karena berdampak bagi generasi muda dalam pertumbuhan. 


Penyerangan pasukan ninja dari Dusun Airsalobar terhadap rumah warga Lorong Pisang perlu mendapat perhatian bagi Polres SBB untuk menyikapi masalah ini dengan serius karena jika dibiarkan maka akan timbul masalah lain akibat keberadaan mereka. Dengan pengaruh alkohol maka ketakutan besar juga bagi pemakaian narkoba dikalangan generasi muda juga sangat berpengaruh. (G.K)




 

© Copyright 2022 - ASPIRASI RAKYAT