Huamual-SBB, Aspirasirakyat.co.id// Universitas Pattimura Ambon bersama PT Leabumi Mineral Bupolo telah bekerja sama dalam proses pengangkatan limbah di wilayah Desa Iha, Kecamatan Huamual, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB).
Pihak Unpatti juga telah melakukan koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten SBB dalam hal ini Sekda dan Dinas terkait untuk proses pengangkatan limbah. Menurut Dr. Agus Siahaya.,SE.,M.Pd yang mana adalah Managing Direktur PT Leabumi Mineral Bupolo lewat Press Release mengatakan bahwa pekan depan Sekda Kabupaten SBB bersama Dinas terkait akan meninjau langsung lokasi Tambang Sinabar untuk penetapan pengangkatan limbah sesuai dengan prosedur hukum.
Siahaya juga mengatakan bahwa minggu lalu ia sempat mengunjungi lokasi Tambang dan melihat ada pemdompengan dengan menggunakan alat berat yang melakukan aktivitas dekat dengan titik lokasi pengangkatan limbah. Dirinya kemudian langsung berkoordinasi dengan Pemerintah Negeri Iha dalam hal ini Raja Iha terkait aktivitas alat berat tersebut.
"Kami sudah berkoordinasi dengan Pemerintah Negeri Iha saat kami turun ke area pemdompengan di Tambang, Raja Iha kemudian membenarkan hal tersebut jika ada alat berat yang melakukan aktivitas di area pemdompengan yang diketahuinya untuk membuat penampungan ",ujar Siahaya.
Selain itu, pekerjaan dompeng di wilayah titik koordinat untuk pengangkatan tealing juga sudah pernah ditegur oleh Pemerintah Negeri Iha dalam hal ini Raja Iha sendiri.
Pekerjaan dompeng di wilayah tealing sebelumnya sudah pernah dilarang oleh Pemerintah Negeri Iha dalam hal ini Raja Iha sendiri karena wilayah tersebut adalah titik koordinat untuk pengangkatan tealing. Setelah dikonfirmasi, ternyata pekerjaan dompeng di wilayah titik koordinat tidak diketahui oleh Raja Negeri Iha, karena titik koordinat sudah di pasang oleh pihak perusahaan untuk pengangkatan tealing.
"Selama ini saya tidak tahu kalau pekerjaan dompeng tersebut menggunakan alat berat jenis Exavator yang melakukan penggalian di wilayah titik koordinat pengangkatan limbah. Saya sempat kaget ketika pihak perusahan bertanya tentang hal tersebut, untuk itu jika pihak perusahaan merasa dirugikan atas tindakan ini, maka kewenang penuh dari pohak perusahaan untuk menindaklanjuti masalah ini sampai ke penegak hukum ",jelasnya.
Namun, menurut Siahaya penggunaan alat berat di dekat titik koordinat yang sudah dipasang untuk masuk wilayah pengangkatan tidak diperbolehkan karena dampak besar pada Amdal. Untuk itu, pihaknya akan melayangkan surat teguran bagi oknum-oknum yang melakukan backup pada pekerjaan tersebut.
"Saya akan menindaktegas siapapun yang berani melakukan pembackupan terhadap pekerjaan yang akan berpengaruh untuk pengangkatan limbah. Dompeng juga menimbulkan longsor karena menghantam gunung, disamping itu membiarkan limbah mengalir ke laut",tegasnya.
Siahaya menjelaskan bahwa dirinya pernah berkoordinasi dengan Pemerintah Negeri Iha, Kapolsek Huamual, dan Satgas. Namun senua itu sia-sia karena ada oknum-oknum lain yang mengbackup pekerjaan tersebut sehingga terlihat masih ada Exavator di area tersebut.
Dirinya juga mengakui sangat menyesal dengan perbuatan oknum-oknum yang hanya menguntungkan diri sendiri tanpa berpikir dampak besar bagi masyarakat. "Dengan dilakukannya penggalian dengan alat berat maka kerusakan akan bertambah, tentunya akan terjadi kerusakan lingkungan jika tidak segera dihentikan "ungkapnya.
Untuk itu, Siahaya berharap tidak ada pergerakan lain yang dilakukan oleh oknum-oknum tersebut selama proses pengangkatan limbah ini berjalan. (Ge)


Social Header